Blogroll




Selasa, 03 Januari 2012

Kursus Tari Klasik Yogyakarta di Yayasan Pamulangan Beksa Sasminta Mardawa




Tidak semua penduduk Jogja mengerti tentang kegiatan di nDalem Pujokusuman. Padahal sudah banyak wisatawan mancanegara yang berkunjung ke tempat itu. Selain karena ingin melihat kegiatan yang ada disana, mereka umumnya juga turut serta mengikuti kegiatan itu. Sebagian besar dari mereka dilatarbelakangi oleh rasa cinta yang tinggi terhadap seni klasik gaya Yogyakarta. Lalu kegiatan apakah yang ada disana?

Dalam tulisan ini akan saya coba jelaskan mengenai aktifitas yang ada disana. Sebagai permulaan, saya perkenalkan terlebih dahulu mengenai Yayasan Pamulangan Beksa Sasminta Mardawa yang lebih dikenal dengan sebutan YPBSM. Pamulangan beksa berarti pembelajaran tari, dan Sasminta adalah nama pendiri yayasan tersebut. Beralamat di nDalem Pujokusuman MG I/338 Yogyakarta. YPBSM adalah suatu yayasan yang bergerak dalam bidang seni dan budaya klasik khususnya tari klasik gaya Yogyakarta. Dari awal berdirinya yayasan ini sudah menempati nDalem Pujokusuman, sehingga pendopo tersebut selalu diwarnai dengan segala aktifitas YPBSM.

Berawal dari kecintaan terhadap seni tari klasik Yogyakarta, maka KRT Sasmintadipura (almarhum) mendirikan organisasi kesenian yang saat ini bernama Yayasan Pamulangan Beksa Sasminta Mardawa (YPBSM). Didirikan pada tanggal 14 Juli 1962 dengan nama Mardawa Budaya. Seiring perkembangannya, Rama Sas (KRT Sasmintadipura) mendirikan Pamulangan Beksa Ngayogyakarta pada tahun 1976. Tujuannya adalah untuk membantu proses pembelajaran di Mardawa Budaya yang pada saat itu semakin banyak peminatnya. Kemudian pada tahun 1992, Mardawa Budaya dan Pamulangan Beksa Ngayogyakarta digabung menjadi Yayasan Pamulangan Beksa Mardawa Budaya. Tujuan utama yayasan ini adalah untuk mengelola kegiatan pendidikan tari dari kedua organisasi tersebut. Kemudian perkembangan berikut untuk mengabadikan nama almarhum KRT Sasmintadipura, pada tahun 1996 nama yayasan berubah menjadi Yayasan Pamulangan Beksa Sasminta Mardawa (YPBSM).

Yayasan ini semakin berkembang dan tetap menjunjung tinggi komitmennya pada seni tari klasik gaya Yogyakarta. Adapun tujuan utamanya adalah untuk melestarikan tari klasik gaya Yogyakarta, mengadakan pembelajaran pada para siswa siswi di YPBSM, dan melakukan pengembangan terhadap tari klasik gaya Yogyakarta guna meneruskan nilai-nilai budaya dan artistik kepada generasi penerus. 

Karya tari adiluhung dari YPBSM yang dalam hal ini diciptakan oleh Rama Sas masih tetap berdiri dan eksis hingga saat ini. Selain sebagai koreografer, almarhum juga guru yang berperan penting dalam melestarikan tradisi tari klasik ini dan juga mengembangkannya secara didaktis sesuai untuk era masa sekarang dengan tanpa meninggalkan norma-norma tari itu sendiri. Oleh karena itu tidak salah bila pemerintah memberikan penghargaan atas pelestariannya berupa slogan “Pusat Seni Tari Tradisional Gaya Yogyakarta nDalem Pujokusuman”.

Saat ini siswa siswi yang belajar tari di Pamulangan Beksa Sasminta Mardawa berjumlah lebih dari 300 orang. Tidak semakin berkurang karena justru setiap tahun selalu bertambah. Oleh karena itu tidak salah jika di YPBSM mempunyai beberapa kelas. Selain untuk memisahkan antara siswa putra dan putri, pembagian ini juga meliputi tingkatan kelas yang berjenjang. Secara keseluruhan terbagi menjadi 4 kelas, dengan tingkatan mulai dari kelas tingkat 1, 2, 3, 4, 5, kelas lanjut. Perlu diketahui bahwa pembagian antara anak dan dewasa tersebut berdasarkan usia. Adapun untuk anak adalah usia antara 5-12 tahun sedangkan untuk dewasa adalah usia 13 tahun keatas. Kegiatan kursus tari ini dilakukan dari hari Senin sampai Jumat. Mulai pukul 16.00 sampai dengan pukul 19.00 WIB sesuai jadwal yang sudah ditentukan. 

Proses pembelajaran pada kursus tari di YPBSM ini sama seperti di organisasi tari lainnya. Yang mana seorang pengajar kelas mengajarkan satu materi. Namun untuk di yayasan ini hanya memberikan satu materi tari selama satu semester. Dan diakhir semester selalu dilakukan evaluasi dalam bentuk Pentas Ujian Siswa. Alasannya adalah agar setiap siswa mempunyai pengalaman pentas, dan agar setiap siswa mengetahui bagaimana rias dan busana yang dikenakan pada materi tersebut.Selain Pentas Ujian Siswa, para siswa siswi di YPBSM juga dilibatkan wajib pada pentas lainnya, yaitu pada pentas ulang tahun sanggar dan pentas tutup tahun. Pentas tutup tahun ini juga merupakan pentas ujian siswa, sebab setelah itu para siswa akan berganti kelas menjadi setingkat diatas kelas sebelumnya. 

Materi tari yang diberikan pun bertahap, mulai dari dasar hingga lanjut. Dan tentunya untuk anak dan dewasa juga dibedakan. Sebab keduanya memiliki kemampuan yang jelas berbeda. Dalam hal ini YPBSM telah menetapkan materi yang diajarkan pada masing-masing kelas dan tingkatan. Materi ini bersifat tetap dan belum ada perubahan hingga saat ini, misalnya untuk Tari Renggamataya selalu diberikan pada kelas tingkat 1 dewasa putri dan Tari Nawung Sekar untuk kelas tingkat 1 anak-anak putri. Namun ada perkecualian untuk tingkat lanjut. Pada tingkat ini, materi yang diberikan tidak tetap, tergantung dari pengajar dan kebutuhan pentas.

YPBSM selalu membuka kesempatan bagi siapa pun yang ingin belajar menari dan bergabung dengan yayasan ini. Pendaftaran siswa baru dibuka setiap akhir tahun (Desember) dengan biaya pendaftaran Rp 150.000,00. Dan untuk biaya SPP masing-masing siswa diwajibkan membayar Rp 50.000,00 per bulan. Tentu biaya ini tidaklah besar bila dilihat dari bagaimana peran dan usaha YPBSM dalam melestarikan tari klasik Yogyakarta.

Salah satu prestasi yang membanggakan adalah adanya kerjasama yang kontinyu dengan seseorang berkebangsaan Jepang. Yang mana beliau adalah mantan siswa dari YPBSM bernama Sakuma. Ia berperan aktif mengadakan dan melaksanakan kegiatan kursus tari klasik gaya Yogyakarta di Jepang, dengan sistem yang sama dengan YPBSM. Oleh sebab itu saat ini hampir setiap tahun YPBSM selalu berkunjung ke Jepang guna melihat kegiatan pembelajaran disana. Selain itu juga melakukan kolaborasi dan pentas bersama di negara itu. Dan yang paling utama adalah kerjasama ini berlangsung dengan baik dan besar menfaatnya bagi kelangsungan YPBSM dan khususnya sebagai wujud pelestarian tari klasik gaya Yogyakarta. 

Sampai saat ini peminat di YPBSM semakin meningkat dan kegiatan rutin pun masih aktif dilakukan. Terbukti dari siswa siswi YPBSM yang berjumlah lebih dari 300 orang. Namun demikian pasang surut pun telah mereka alami sepanjang perjalanannya. Dan hal itu tidak membuat mereka goyah untuk tetap menggerakkan yayasan ini. Sebab rasa cinta yang tinggi terhadap seni tari gaya Yogyakarta inilah yang membuat yayasan ini tetap berdiri diantara perkembangan jaman. Dan harapannya YPBSM tetap aktif dan  mampu bersaing dengan  perkembangan jaman, sehingga seni tari klasik gaya Yogyakarta tetap dapat kekal dan lestari. 

26 komentar:

  1. kalau selain bulan desember apa tidak bisa mendaftar? saya sudah pengen belajar tari soalnya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. kyaknya bisa kok. Coba telfon lngsung ke sanggarnya.. :)

      Hapus
  2. Balasan
    1. mnurut saya itu biaya yang pantas untuk menghargai eksistensi kesenian yg adiluhung sperti ini. bahkan masih tergolong murah. jadi jngan dilihat nominalnya.. :)

      Hapus
  3. saya dari Lampung ingin ikut belajar mohon info lengkap alamatnya saat ini saya kost Di daerah Demangan, apakah bisa Di tempuh dengan TransJogja nggih?

    BalasHapus